MEDIA PENYIMPANAN TERBARU PADA KOMPUTER
15+ Perkembangan Media Penyimpanan Data Sepanjang Sejarah
Perkembangan Media Penyimpanan Data, Ada yang Sebesar Lemari
Doran Gadget – Media penyimpanan data merupakan alat yang sangat penting di era digital sekarang. Terutama untuk menyimpan data penting. Namun, tahukah Anda jika penyimpanan ini dulunya tidak sekecil yang ada saat ini. Bahkan, ada yang sebesar lemari hanya mampu menampung data beberapa KB saja. Mau tahu seperti apa sejarahnya? Simak ulasannya dalam artikel kali ini.
Konten dalam artikel ini
Perjalanan Media Penyimpanan Data
1. Punch Card – 1890
2. Magnetic Drum – 1932
3. William-Kilburn Tube – 1947
4. Magnetic Tape Drive – 1951
5. Magnetic Core – 1951
6. Hard Disk Drive – 1956
7. Floopy Disk – 1967
8. Compact Disk – 1982
9. Zip Drive – 1994
10. Digital Video Disk – 1995
11. SD Card – 1999
12. USB Flash Drive – 1999
13. Cloud Data Storage – 2006
14. SSD (Solid State Drive) – 2007
15. NVMe (Non-Volatile Memory Express) – 2013
16. M.2 & U.2 Form Factors – 2014
Penutup
Perjalanan Media Penyimpanan Data
Dari waktu ke waktu, manusia terus mengembangkan media penyimpanan data. Dari yang awalnya sangat sederhana, sampai yang paling canggih dengan berbagai fitur di dalamnya saat ini. Berikut perjalanannya dari masa ke masa:
1. Punch Card – 1890
Media Penyimpanan Data - Punch Card
Bisa dibilang Punch Card sebagai media untuk penyimpanan data yang pertama dengan cara kerja mekanis. Sejak dirilis di abad ke-19, alat ini dapat menampung hingga 80 karakter. Penggunaannya digunakan untuk peralatan seperti mesin tenun, permainan piano hingga pemrograman komputer di tahun 1980-an. Terdiri dari kertas dan memiliki dua perintah. Jadi, dengan kata lain ini masih tahapan prototype kartu penyimpanan dan dikembangkan lagi jadi Punch Tape.
Baca juga: 5 Jenis Penyimpanan Data untuk Komputer
2. Magnetic Drum – 1932
Media Penyimpanan Data - Magnetic Drum
Melangkah ke empat dekade selanjutnya muncul Magnetic Drum di tahun 1932 yang dikembangkan Gustav Tauschek. Dimana alat ini bisa menampung data sebesar 82KB. Ini setara dengan lima dokumen ekstensi format .doc standar. Desainnya cukup besar dan bisa menampung 40 trek berputar. Bahannya terdiri dari silinder logam berbentuk panjang yang memiliki bahan magnetik. Di bagian poros drum terdapat kepala baca tulis.
3. William-Kilburn Tube – 1947
Media Penyimpanan Data - William-Kilburn Tube
Alat ini adalah RAM generasi pertama dan berbentuk tabung yang mampu menampung data 128 byte. Media yang dikenal William-Kilburn Tube bisa menampung 128 karakter dan itu setara dengan satu file gambar JPG saat ini. Diciptakan sejak tahun 1947, alat memiliki panjang 16 inci dengan lebar 6 inci. Hanya saja, penggunaannya tidak berlangsung lama karena lima tahun setelahnya diciptakan alat yang lebih canggih.
4. Magnetic Tape Drive – 1951
Magnetic Tape Drive mulai dikembangkan di Jerman dekade 1920-an akhir dan mulai digunakan menyimpan data tahun 1951. Bahannya berupa pita magnetik gulungan dengan panjang 1200 kaki. Namun, kapasitasnya hanya mampu 230KB data atau itu setara dengan 10PDF dan 23 file dalam format .doc. Namun, di masa tersebut ukuran itu tentu adalah yang besar.
5. Magnetic Core – 1951
Media Penyimpanan Data - Magnetic Core
Masih di tahun 1951, dikembangkan pula Magnetic Core yang memiliki desain lebih besar seperti lemari. Pertama kali alat ini digunakan pada komputer MIT Whirlwind. Keunggulannya adalah dapat menampung memori inti yang menjadi standarisasi komputasi di tahun 1955-1975. Jadi, semakin banyak memori inti disimpan di dalamnya, maka semakin banyak pula data yang dapat disimpan.
6. Hard Disk Drive – 1956
Media Penyimpanan Data - Hard Disk Drive
Lima tahun berselang, alat penyimpanan data dengan kapasitas lebih besar kembali diciptakan. Kali ini mampu menampung data hingga 3.7MB yang bisa memuat data dengan format MP3, video resolusi rendah, dan sekitar 5 juta karakter teks. Perangkat ini dikembangkan dan dikenalkan IBM tahun 1956. Waktu itu, bobotnya mencapai 1 ton dengan ukuran sebesar lemari. Walaupun HDD masih digunakan sampai sekaran, namun ukurannya tentu jauh lebih ringkas.
7. Floopy Disk – 1967
Media Penyimpanan Data - Floopy Drive
Memasuki tahun 1967, dikembangkan pula Floopy Disk dengan ukuran 8 inci dan berukuran 80KB. IBM mengembangkan perangkat ini yang kemudian dikenal dengan disket. Untuk melindungi dari debu dan kotoran, ada wadah khusus yang mirip amplop. Media disket mulai banyak diminati karena lebih praktis dan mudah dibawa ke mana saja. Sampai kini, masih digunakan untuk unit-unit khusus militer di Amerika Serikat.
Baca juga: Perbedaan RAM dan ROM hingga Memori Penyimpanan Data yang Perlu Anda Ketahui
8. Compact Disk – 1982
Media Penyimpanan Data - Compact Disk
Perkembangan Compact Disc (CD) di dekade 1980-an menjadi salah satu tonggak sejarah penyimpanan data. Pasalnya, kapasitas yang dimiliki sangat besar mulai dari 650-700MB. Selain menampung file, juga dapat menyimpan video. Dua perusahaan yakni Sony dan Phillips pun mengembangkan media ini untuk menggantikan versi kaset dan piringan hitam. Di masa ini banyak para musisi mulai menjual album mereka ke dalam bentuk CD.
9. Zip Drive – 1994
Media Penyimpanan Data - Zip Drive
Zip Drive sebenarnya bentuk pengembangan dari Floopy Disk dan bisa dilepas dan dipasang. Kapasitasnya pun beragam, mulai dari yang berkapasita sedang sampai berkapasitas tinggi. Perangkat ini mulai dikembangkan oleh Iomega di tahun 1994 silam. Untuk kapasitasnya mulai dari 100MB-750MB.
10. Digital Video Disk – 1995
Setelah sukses mengembangkan Compact Disk, Sony dan Phillips kembali berlomba mengembangkan Digital Video Disk tahun 1995. Memang bentuknya sama dengan CD termasuk cara kerjanya. Tentu ini juga perlahan meninggalkan teknologi Video Home System (VHS) yang sering digunakan saat itu. Meski begitu, ini tak bertahan lama dan digantikan cakram Blu-Ray.
11. SD Card – 1999
Ukuran media penyimpanan semakin mengecil dengan diluncurkannya SD Card di tahun 1999. Awalnya hanya bisa menampung data hingga 64MB saja. Namun, saat ini sudah ada yang berkapasitas hingga 1TB. Seiring berjalannya waktu, kemudian dikembangkan Standar Secure Digital (SSD) oleh beberapa pabrikan besar seperti Toshiba, Sandisk, dan Panasonic. Lalu saat ini ada pula MicroSD yang jauh lebih kecil namun kapasitasnya besar.
12. USB Flash Drive – 1999
Sebuah perusahaan teknologi asal Israel M-System kemudian mengembangkan alat yang lebih ringkas lagi yang dikenal dengan Flash Drive. Cara kerjanya adalah dengan menggunakan mode memori flash. Awalnya hanya memiliki kapasitas hingga 8MB. Akan tetapi di masa sekarang banyak pengembangan yang dilakukan oleh berbagai perusahaan teknologi. Bahkan, ada yang memiliki kapasitas hingga 2TB.
13. Cloud Data Storage – 2006
Media Penyimpanan Data - Cloud
Semakin canggihnya teknologi, membuat penyimpanan data kini tidak hanya mengandalkan perangkat keras saja. Di sisi lain juga dapat menggunakan perangkat lunak berbasis website. Misalnya layanan PersonaLink dari AT&T yang dirilis tahun 1994. Kemudian, mengalami perkembangan ketika Amazon Web Service merilis AWS S3 di tahun 2006. Sejak saat itulah, cloud storage semakin diminati hingga kini karena mudah diakses dari mana saja dan kapan saja dengan praktis.
14. SSD (Solid State Drive) – 2007
SSD adalah media penyimpanan berbasis flash memory yang mulai populer sejak 2007 karena kecepatan baca dan tulisnya yang jauh lebih tinggi dibanding hard disk drive (HDD). Tidak seperti HDD yang menggunakan piringan berputar, SSD tidak memiliki komponen mekanis, sehingga lebih tahan terhadap guncangan dan lebih efisien dalam penggunaan daya. Keunggulan inilah yang menjadikan SSD pilihan utama untuk perangkat modern seperti laptop, desktop, hingga server, karena mampu mempercepat waktu booting sistem dan membuka aplikasi dalam hitungan detik.
15. NVMe (Non-Volatile Memory Express) – 2013
NVMe merupakan protokol penyimpanan yang dirancang khusus untuk SSD dan memanfaatkan jalur PCIe (Peripheral Component Interconnect Express). Hal itu akan memberikan kecepatan transfer data yang sangat tinggi dan latensi rendah. Jenis penhyimpan data ini mampu mengatasi keterbatasan kecepatan dari antarmuka SATA yang sebelumnya digunakan pada SSD, menjadikannya solusi ideal untuk kebutuhan komputasi intensif seperti gaming, video rendering, dan server data center. NVMe secara signifikan meningkatkan performa sistem, terutama dalam multitasking dan pengolahan data besar.
16. M.2 & U.2 Form Factors – 2014
M.2 menjadi populer karena bentuknya yang kecil dan langsung terpasang ke motherboard tanpa kabel, banyak digunakan di laptop dan PC tipis. Sementara U.2 umumnya digunakan di server atau workstation karena mendukung konektivitas dengan kabel dan kapasitas yang lebih besar. Kedua form factor ini memungkinkan pengguna mendapatkan performa tinggi dengan desain yang lebih fleksibel dan efisien dibanding format SSD konvensional.
Sumber : https://dorangadget.com/
Wah banyak media penyimpanan saat ini..keren
BalasHapus